الْحَمْدُ
لِلَّهْ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَهْدِيْهْ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ
شُرُوْرِ أنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئاتِ أعْمَالِنا، مَن يَهْدِهِ الله فَلا مُضِلَّ
لَه ومن يُضْلل فلن تجد له ولياً مرشداً. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ
مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
اللّهُمَّ صَلِّ
عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى أله وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. أمَّا بَعْدُ
فَيَاعِبَادَ الله
أُوْصِيْكُم وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْن
يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ
تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.
يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ
وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ
ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا
Jamaah Jum’ah rahimakumullah
Marilah kita selalu meningkatkan
ketaqwaan kita kepada Allah SWT, dengan menjalankan segala perintah-Nya dan
menjauhi segala larangan-Nya. Sholawat serta salam marilah selalu kita haturkan
kepada Nabi Muhammad SAW dan marilah kita selalu berusaha untuk meneladani
sunnah-sunnah beliau.
وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ
لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ
وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu
benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan
amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat
menasehati supaya menetapi kesabaran.” (QS. Al ‘Ashr: 1-3).
Jamaah jumah
rahimakumullah
Satu nikmat dari Allah yang
sangat besar bagi kita adalah waktu, atau umur. Hingga kini kita masih bisa hadir di majlis yang
mulia ini untuk beribadah kepada Allah SWT. sebagaimana kita lihat disekeliling
kita, orang-orang datang dan pergi, ada manusia baru yang lahir datang ke
dunia, dan ada generasi lama yang pergi meninggalkan dunia. Belum lama juga KH.
Hasyim Muzadi telah meningal dunia. Jatah hidup kita di dunia tidak lama. Oleh
karena itu, agar kita tetap waspada, marilah kita selalu mengingat firman allah
dalam surah al ashr tersebut.
Kemudian, siapa sebenarnya yang rugi? Apakah mereka yang
berdagang di pasar kemudian tidak mendapatkan laba?. Apakah mereka yang sudah
belajar satu buku kemudian tidak bisa mengerjakan 10 soal ujian?. Apakah mereka
yang kehilangan harta bendanya? Kehilangan pekerjaannya? Kehilangan
keluarganya?
Jamaah jumah
rahimakumullah
Menurut Syaikh
‘Abdurrahman bin Nashir As Sa’di rahimahullah. Kerugian itu ada
dua macam:
Yang pertama, kerugian mutlak yaitu orang yang merugi di dunia dan
akhirat. Ia luput dari nikmat dan mendapat siksa di neraka jahim.
Yang kedua, kerugian dari sebagian sisi, bukan yang lainnya. Allah
mengglobalkan kerugian pada setiap manusia, atau dengan kata lain semua orang itu rugi, orang
melakukan apapun di dunia itu rugi, kecuali orang yang punya empat sifat: (1) iman,
(2) beramal sholeh, (3) saling menasehati dalam kebenaran, (4) saling
menasehati dalam kesabaran.
1- Mereka yang Memiliki Iman
Yang dimaksud dengan orang yang selamat dari kerugian yang pertama
adalah yang memiliki iman. Syaikh As Sa’di menjelaskan bahwa yang dimaksud
adalah perintah beriman kepada Allah dan beriman kepada-Nya tidak diperoleh
kecuali dengan ilmu. Iman itu diperoleh dari ilmu. Sebagaimana dikatakan “barang siapa yang ingin mendapatkan
dunia, maka harus dengan ilmu, barang siapa yang ingin mendapatkan akhirat juga
dengan ilmu, dan siapa yang ingin keduanya maka juga harus dengan ilmu”
Syaikh Sholeh Alu Syaikh berkata bahwa iman di dalamnya harus
terdapat perkataan, amalan dan keyakinan. Keyakinan (i’tiqod) inilah ilmu.
Karena ilmu berasal dari hati dan akal. Jadi orang yang berilmu jelas selamat
dari kerugian.
2- Mereka yang Beramal Sholeh
Yang dimaksud di sini adalah yang melakukan seluruh kebaikan yang
lahir maupun yang batin, yang berkaitan dengan hak Allah maupun hak manusia,
yang wajib maupun yang sunnah.
3- Mereka yang Saling Menasehati dalam Kebenaran
Yang dimaksud adalah saling menasehati dalam dua hal yang
disebutkan sebelumnya. Mereka saling menasehati, memotivasi, dan mendorong
untuk beriman dan melakukan amalan sholeh. Bukan saling memberi jawaban kepada teman ketika ujian.
Bukankah tujuan dari ujian yang sebenarnya adalah untuk membuat diri kita
bernilai, bukan untuk mencari nilai. Jangan hanya belajar untuk ujian, tetapi
jadikan ujian sebagai pembelajaran
الَيْسَ بِالْإمْتِحَانُ يُكْرَمُ المَرْءُ أوْ يُهَانُ
“bukankah
dengan ujian itu, seseorang bisa menjadi mulia ataupun menjadi hina”
4- Mereka yang Saling Menasehati dalam Kesabaran
Yaitu saling menasehati untuk bersabar dalam ketaatan kepada Allah
dan menjauhi maksiat, juga sabar dalam menghadapi takdir Allah yang dirasa
menyakitkan. Karena sabar itu ada tiga macam: (1) sabar dalam melakukan
ketaatan, (2) sabar dalam menjauhi maksiat, (3) sabar dalam menghadapi takdir
Allah yang terasa menyenangkan atau menyakitkan.
Jamaah Jumah rahimakumullah
Akhirnya, marilah kita selalu berusaha untuk
meningkatkan taqwa kita kepada Allah dengan keempat hal tersebut. Syaikh
As Sa’di rahimahullah
menjelaskan, “Dua hal yang pertama (iman dan amal sholeh) untuk
menyempurnakan diri manusia. Sedangkan dua hal berikutnya untuk menyempurnakan
orang lain. Seorang manusia menggapai kesempurnaan jika melakukan empat hal
ini. Itulah manusia yang dapat selamat dari kerugian dan mendapatkan
keberuntungan yang besar.”
Kita bisa belajar dari kunjungan Raja Salman
ke Indonesia tempo hari. Mengapa saudi yang wilayahnya tidak seluas Indonesia,
yang tanahnya kering dan gersang, penduduknya sedikit, peringkat militernya di
angka 24 sedangkan Indonesia ada di peringkat 14 sedunia. Akan tetapi mereka
bisa berinvestasi di Indonesia dengan nilai yang fantastis.
Ada satu perbedaan yang mendasar adalah yang
kita lakukan ketika adzan berkumandang. Sesekali mampirlah ke saudi dan
lihatlah pasar ketika waktu sholat, semua pedagang menutup tokonya. Datanglah
ke supermarket 30 menit sebelum waktu sholat, agar disuruh datang lagi nanti
setelah sholat. Dan lihatlah masjid penuh jamaah seperti jamaah sholat jumat.
Semoga sebagai wujud pengamalan ilmu kita. Kita
selalu bisa berusaha untuk sholat berjamaah dimasjid, kemudian mengajak
keluarga, kerabat, dan teman. Dan bersama mereka secara konsisten menjalankan
perintah allah yang lain.
Karena, Seandainya Allah menjadikan hujjah
hanya dengan surat Al ‘Ashr ini, maka itu sudah menjadikan hujjah kuat pada
manusia. Jadi manusia semuanya berada dalam kerugian kecuali yang memiliki
empat sifat: (1) berilmu, yakni
beriman (2) beramal sholeh, (3) berdakwah, dan (4) bersabar. Sebagaimana Imam Syafi’i rahimahullah pernah
berkata, “Seandainya Allah menjadikan surat ini sebagai hujjah pada hamba-Nya,
maka itu sudah mencukupi mereka.”
باَرَكَ اللهُ لِيْ وَلكمْ فِي القُرْآنِ العَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيّاكُمْ
بِالآياتِ والذِّكْرِ الحَكِيْمِ. أقول قولي هذا وأستغفرالله العظيم لي ولكم ولسائر المسلمين والمسلمات
والمؤمنين والمؤمنات. فاستغفروه إنه هو الغفور
الرحيم.
Khutbah kedua
الحَمْدُ للهِ
الَّذِي جَعَلَ التَّقْوَى لِبَاسُ الصَّالِحِيْنْ، أشْهَدُ أنْ
لَا إلَهَ إلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَه، لَهُ المَالِكُ الْحَقُّ الْمُبِيْن، وأشْهَدُ أنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُه، اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلهِ وَصَحْبِهِ
أجْمَعِيْن. أما بعد،
فَيَا أيُّهَا النَّاسْ اِتَّقُوْا اللهَ
تَعَالَى وَتَمْسِكُوْا بِمَا شَرَعَ اللهُ لَكُمْ ، اللهم صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى
مُحَمَّدْ وَعَلَى أنْبِيَائِكَ وَرَسُلِكَ وَأهْلِ طَاعَتِكَ أجْمَعِيْنْ
وَاجْعَلْنَا مِنْهُمْ يَا أرْحَمَ الرَّاحِمِيْن.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤمِنِيْنَ وَالْمُؤمِنَاتْ
وَالْمُسْلِمِيَنَ وَالمُسْلِمَاتْ الأحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأمْوَاتْ إنَّكَ
سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتْ وَيَا قَاضِيَ الحَاجَاتْ، وَغَافِرُ
الذُّنُوْبَ وَالْخَطِيْئَاتْ بِرَحْمَتِكَ يَا أرْحَمَ الرَّاحِمِيْنْ.
رَبَّنَا إنَّنَا سَمِعْنَا مُنَادِيَا يُنَادِيْ
لِلْإيْمَانْ أنْ آمِنُوْا بِرَبِّكُمْ فَآمَنَّا . رَبَّنَا فَاغْفِرْلَنَا
ذُنُوْبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّئَاتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ الْأبْرَارْ.
اللّهُمَّ اجْعَلْ بِلَدَنَا وَجَمِيْعِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ آمِنًا
مُطْمَئِنَّا وَارْزُقْ أهْلَهُ مِنَ الثَّمَرَاتِ مَنْ آمَنَ مِنْهُمْ
بِاللهِ وَالْيَوْمِ الْأخِرْ. اللَهُمَّ انْصُرِ الْإسْلَامَ وَالمُسْلِمِيْنْ
وَأهْلَكَ الْكُفْرَةَ وَالمُشْرِكِيْنْ وَدَمِّرْ أعْدَاءَكَ أعْدَاءَ الدِّيْنْ.
اللَّهُمَّ يَا عَليمُ عَلِّمْنَا وَفَهِّمْنَا
اللهُمَّ افْتَحْ عُقُوْلَنَا فُتُوْحَ العَارِفِيْن وَافْهَمْنَا فَهْمًا
النَّبِيِّنْ وَاجْعَلْنَا أئمَّة للْمُؤمِنِين
اللّهُمَّ إنّنَا نَعُوذُ
بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ ونَعُوذُ بِكَ مِنَ العَجْزِ وَالكَسَلَ وَنَعُذُ
بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالبُخْلِ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ
الرِّجَالِ
رَبَّنَا أوزِعْنَا أنْ نَشْكُرَ نِعْمَتَكَ التي
أنْعَمْتَ عَلَيْنَا وَعَلَى وَالِدَيْنَا وَأن نَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَه وَ
أصْلِحْ لَنَا فِي ذُرِّيَّتِنَا. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي
الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارْ. رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إنَّكَ
أنْتَ السَّمِيْعُ العَلِيْمْ وَتُبْ عَلَيْنَا إنَّكَ أنْتَ التَّوَّابُ
الرَّحِيْمْ.
عِبَادَ الله إنَّ الله يَأمُرُ
بِالْعَدْلِ وَالإحْسَانْ وَإيْتَاءِ ذِيْ القُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَخْشَاءِ
والمُنْكَرِ وَالْبَغِي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْن.
أقيموا الصلاة.
