adv1

Sunday, April 10, 2016

Panama papers: seberapa sih bocoran data yang paling besar sedunia?

Bocoran data dengan jumlah lebih dari 11,5 juta dokumen yang didapat dari kantor hukum di panama, yang secara khusus menjadi bandar pajak bagi orang-orang berduit dari seluruh dunia, tanpa diduga telah disadap dan menjadi bocoran data terbesar sepanjang sejarah. 

Lebih dari 100 kantor berita diseluruh dunia telah mempublikasikan berita dengan sumber yang mereka sebut sebagai panama papers. Menurut jurnalis jerman, Suddeutsche Zeitung, orang yang pertama menerima bocoran data dengan jumlah 2,6 tera bit atau 2600 giga bit yang terdiri dari email, foto, dokumen pdf, file excel, dan database perusahaan, yang sebagian dibuat pada tahun 1970-an. 

Panama papers ini menunjukkan sejumlah kekayaan yang tersembunyi di lepas pantai dari otoritas pajak yang dimiliki ribuan klien dari kantor hukum tersebut, yang didalamnya termasuk urusan bisnis, kriminal, pemimpin politik, bintang olahraga dan selebritis. Informasi ini akan terus dirilis seiring dengan penelusuran yang dilakukan para jurnalis. Tetapi data sebesar 2,6 terabit ini, sebenarnya seberapa besar bocoran data yang pernah ditemukan sepanjang sejarah kita?. 

Menurut koran inggris The Guardian, 2,6 terabit panama papers ini terdiri dari sekitar 320.166 teks dokumen, 1,1 juta gambar, 2,15 juta file pdf, 3 juta database excel, dan 4,8 juta email. 
Tetapi meskipun sekarang ini kita dapat memasukkan semua data itu dalam satu hardisk seharga satu juta rupiah, sangat sulit untuk memperkirakan seberapa banyak informasi yang tersimpan didalamnya. Berikut beberapa perkiraan perbandingan tentang isi data tersebut: 
  • Jika kita mencetak semua data sejumlah 2,6 terabit data digital dengan pengaturan keluaran 2-byte karakter, 2000 karakter di setiap halaman, hasil akhir pencetakan akan berjumlah 650 juta lembar halaman, yang jika dihitung satu kejadian disetiap lembar dalam satu tahun kebelakang kita akan sampai pada jaman purba. 
  • Diperkirakan akan memakan waktu selama lebih dari 41 tahun jika kita mencetak semuanya dengan printer laser kantor tanpa henti, yang kertasnya akan menghabiskan setara satu hutan kecil dengan 80.000 pohon dan lebih dari 81.000 kartrid toner printer. 
  • Seluruh dokumen yang telah dicetak akan seberat 3.200 ton, dan memakan tempat 708 meter kubik. Dan jika dibuat menjadi satu tumpukan kertas akan menjadi setinggi lebih dari 65.900 meter 
  • Untuk mendownload data sebesar itu membutuhkan waktu 252 hari dengan 24 jam waktu download per hari dan memakai server yang memiliki kecepatan transfer data lebih dari 1 Mbps. Dan jika menggunakan koneksi internet rumahan dengan kecepatan setengahnya maka akan membutuhkan waktu lebih dari 16 bulan. 
Mengapa data nya sampai sebanyak itu? 

Sampai sekarang, bocoran data yang paling banyak seperti dokumen yang dibocorkan oleh WikiLeaks pada 2010 tentang serangan udara di Baghdad dan dokumen rahasia NSA yang dirilis oleh Edward Snowden pada 2013, semuanya berdasarkan pada satu waktu yang singkat. Tetapi pelaku pembocoran yang telah mengakses data di komputer Mossack Fonseca, kantor hukum panama, ini telah mengirim dokumen ke jurnalis selama lebih dari setahun, sebagaimana yang dilaporkan oleh The Guardian. 

11,5 juta dokumen dari Mossack Fonseca ini jumlahnya melebihi gabungan dari semua bocoran dokumen dari WikiLeaks, 60.000 dokumen sejak 2015 dari Swiss Leaks -yang merilis sejumlah besar skema pengaburan pajak, Luxembourg Leaks di tahun 2014 -yang berisi skandal keuangan di peraturan perpajakan luxembourg, dan Offshore Leaks di tahun 2013 -yang berisi penipuan pajak internasional, sesuai keterangan dari The Guardian. 

Tetapi meski kelihatannya Panama Papers ini adalah bocoran data yang terbesar yang dilakukan sejauh ini, bisa jadi ini bukan pembobolan data yang terbesar sepanjang sejarah. 

Menurut sebuah dokumen dari NSA yang dibocorkan oleh Snowden, pada tahun 2007 hacker cina telah mencuri 50 terabit data yang berisi dokumen rahasia dari militer amerika, termasuk didalamnya rencana F-35 Joint Strike Fighter, sebuah rancangan jet tempur. Dan pembobolan di Sony Pictures pada 2015, sebuah kelompok dari korea utara yang disebut “the Guardian of Peace” merilis 200 GB data yang di klaim total data yang telah dicuri adalah 100 TB, sebagaimana laporan dari CNN.

Thursday, August 13, 2015

mahasiswa vs dosen : tentang tuhan // versi 2


ALKISAH, seorang profesor filsafat menantang mahasiswanya: "Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?”


Seorang mahasiswa menjawab, “Betul, Dia yang menciptakan semuanya”.



“Tuhan menciptakan semuanya?”, tanya professor sekali lagi.



“Ya, Pak, semuanya”, kata mahasiswa tersebut.




Profesor itu menjawab, Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan Kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi bahwa Tuhan itu adalah kejahatan.”




Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab pernyataan professor tersebut.




Seorang mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata, “Profesor, boleh saya bertanya sesuatu?”




"Tentu saja," jawab si professor, “itulah inti dari diskurus filsafat.”



Mahasiswa itu berdiri dan bertanya, “Profesor, apakah dingin itu ada?”


"Tentu saja," ungkap si professor. Raut muka si professor tidak berubah karena ia sudah mendengar argumen buruk seperti ini berulang kali.



Si murid menanggapi, “Kenyataannya, Pak, dingin itu tidak ada. Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas. Suhu -460F adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan semua partikel menjadi diam dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan panas.”


Sang professor pun menjawab dengan tegas: "Kamu ingat bab mengenai kesesatan semantik dalam bukumu?"

Si murid tampak bingung.

"Biar saya ulangi secara singkat. "Panas" dan "dingin" adalah istilah subjektif. Menurut John Locke, keduanya merupakan contoh "kualitas sekunder". Kualitas sekunder merujuk kepada bagaimana kita merasakan suatu fenomena yang memang ada, dan dalam kasus ini pergerakan partikel atomik. Istilah "dingin" dan "panas" merujuk kepada interaksi antara sistem saraf manusia dengan variasi kecepatan dalam partikel atomik di lingkungan. Jadi apa yang sesungguhnya ada adalah suhu... istilah "panas" dan "dingin" hanyalah istilah subjektif yang kita gunakan untuk menjelaskan pengalaman kita mengenai suhu."



"Maka argumen Anda salah. Anda tidak membuktikan bahwa "dingin" itu tidak ada, atau bahwa "dingin" ada tanpa status ontologis, apa yang Anda lakukan adalah menunjukkan bahwa "dingin" adalah istilah subjektif. Hapuskanlah konsep subjektif tersebut, dan suhu yang kita sebut "dingin" akan tetap ada. Menghapuskan istilah yang kita gunakan untuk merujuk kepada suatu fenomena tidak menghapuskan keberadaan fenomena tersebut."




Murid: (agak shock) "Uh... oke... em, apakah gelap itu ada?”




Professor: "Anda masih mengulangi kesesatan logika yang sama, hanya kualitas sekundernya yang diganti."




Murid: "Jadi menurut professor kegelapan itu ada?"




Professor: "Apa yang saya katakan adalah bahwa Anda mengulangi kesesatan yang sama. "Kegelapan" adalah kualitas sekunder."



Murid: "Professor salah lagi. Gelap itu juga tidak ada. Gelap adalah keadaan dimana tidak ada cahaya. Cahaya bisa kita pelajari, gelap tidak. “Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk memecahkan cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai panjang gelombang setiap warna. Tapi Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya di ruangan tersebut. Kata gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya."


Professor: “Gelap dan terang” adalah istilah subjektif yang kita gunakan untuk mendeskripsikan bagaimana manusia mengukur foton atau partikel dasar cahaya secara visual. Foton itu memang ada, sementara “gelap” dan “terang” hanyalah penilaian subjektif kita... yang sekali lagi terkait dengan interaksi antara sistem saraf manusia dengan fenomena alam yang lain, yaitu foton. Jadi, sekali lagi, hapuskanlah istilah subjektif itu dan foton akan tetap ada. Jika manusia menyebut “foton sebanyak x” sebagai “gelap” sementara kucing menyebutnya “cukup terang untukku”, foton sebanyak x yang kita sebut sebagai “gelap” tetap ada, dan akan tetap akan ada walaupun kita tidak menyebutnya gelap. Sudah paham, atau masih kurang jelas?”



Sang murid tampak tercengang.  Sang professor berkata, “Tampaknya Anda masih bingung dengan kesesatan dalam argumen Anda. Tapi silakan lanjutkan, mungkin Anda akan paham.”




Sang murid berkata, “Professor mengajar dengan dualitas. Professor berargumen tentang adanya kehidupan lalu mengajar tentang adanya kematian, adanya Tuhan yang baik dan Tuhan yang jahat. Professor memandang Tuhan sebagai sesuatu yang dapat kita ukur.”


Professor langsung memotong, “Berhati-hatilah. Jika Anda menempatkan Tuhan di luar jangkauan nalar, logika dan sains dan membuatnya “tak terukur”, maka yang tersisa hanyalah misteri yang Anda buat sendiri. Jadi jika Anda menggunakan dalih bahwa Tuhan ada di luar jangkauan untuk menyelesaikan masalah, Anda juga tak bisa mengatakan bahwa Tuhan Anda bermoral. Bahkan Anda tak bisa menyebutnya sebagai apapun kecuali tak terukur. Jadi solusi Anda tidak ada bedanya dengan membersihkan ketombe dengan memangkas rambut.”


Murid tersebut tercengang, namun tetap berusaha melanjutkan, “Professor, sains bahkan tidak dapat menjelaskan sebuah pemikiran. Ilmu ini memang menggunakan listrik dan magnet, tetapi tidak pernah seorangpun yang melihat atau benar-benar memahami salah satunya..”

Professor: “Anda mengatakan bahwa sains tak bisa menjelaskan pikiran. Saya sendiri kurang paham apa yang Anda maksud. Apakah Anda mencoba mengatakan bahwa masih banyak misteri dalam neurosains?”

Murid: “Begitulah.”

“Dan bahwa pikiran, listrik dan magnetisme itu kita anggap ada walaupun tak pernah kita lihat?”

“Benar!”

Sang professor tersenyum dan menjawab, “Bukalah kembali bukumu mengenai kesesatanfalse presumption. Perhatikan bab “kesalahan kategoris.” Kalau Anda pernah membacanya, Anda akan ingat bahwa kesalahan kategoris adalah saat Anda menggunakan tolak ukur yang salah untuk suatu entitas, misalnya menanyakan warna dari suara. Meminta seseorang melihat magnetisme secara langsung merupakan kesalahan kategoris.”

“Namun, masih ada kesalahan lain dalam argumen Anda. Anda berasumsi bahwa empirisisme atau bahkan sains hanya didasarkan kepada pengamatan langsung. Ini tidak tepat. Penglihatan bukanlah satu-satunya cara untuk memahami dunia, dan sains juga bukan ilmu yang mempelajari apa yang kita lihat. Kita dapat menggunakan indera lain untuk melacak suatu fenomena. Dan kita juga dapat mempelajari pengaruh fenomena tersebut terhadap dunia.”

“Lebih lagi, Anda kembali melakukan kesalahan dengan menyatakan bahwa karena sains itu belum lengkap berarti Tuhan itu ada. Mungkin Anda perlu mempelajari kembali kesesatan “argumentum ad ignoratiam” atau argumen dari ketidaktahuan.”

“Dan juga, seperti yang dikatakan oleh Neil deGrasse Tyson, gunakanlah contoh yang lebih baik karena sains sudah mampu menjelaskan bagaimana pikiran terbentuk dan bahkan Maxwell sudah lama menggabungkan elektrisme dan magnetisme menjadi elektromagnetisme. Contoh yang lebih baik itu misalnya materi gelap yang membuat perluasan alam semesta menjadi begitu cepat. Fisikawan tak bisa menjawab itu, dan mungkin Anda akan mengatakan jawabannya Tuhan. Namun dengan begitu, Anda justru sedang menyusutkan Tuhan. Anda melakukan kesesatan ad ignoratiam bahwa yang belum dijelaskan sains itu adalah keajaiban Tuhan, dan itu berarti Anda menempatkan Tuhan untuk mengisi gap dalam sains. Nah, dahulu manusia juga tak mampu menjawab mengapa hujan terbentuk atau mengapa gunung meletus, dan orang-orang dulu menyebutnya karena Tuhan. Kini kita sudah memahami hujan dan gunung meletus, begitu pula pikiran, listrik dan magnetisme, dan ke depannya materi gelap juga mungkin akan kita pahami. Dengan begitu Tuhan yang mengisi gap pun terus menciut.”


“Masih ada yang mau ditambahkan? Apakah penjelasan saya sudah cukup jelas?”



Sang murid tampak bingung dan mencoba melakukan ad nauseam, “Em...  kembali ke diskusi awal kita. Untuk menilai kematian sebagai kondisi yang berlawanan dengan kehidupan sama saja dengan melupakan fakta bahwa kematian tidak bisa muncul sebagai suatu hal yang substantif. Kematian bukanlah kontradiksi dari hidup, hanya ketiadaan kehidupan saja.”




Professor pun berkata, “Apakah Anda jatuh cinta dengan kesesatan kualitas sekunder? Lagi-lagi Anda melakukan kesalahan yang sama.” “Kematian” dan “kehidupan” adalah istilah subjektif yang kita gunakan untuk menjelaskan fenomena keadaan-keadaan biologis. Menghapuskan istilah subjektif kematian tidak menghapuskan keberadaan kematian.




Si murid pun mencoba mengalihkan pembicaraan, “Apakah imoralitas itu ada?”




Si professor menggelengkan kepalanya dan berkata, “Keledai pun tidak akan jatuh ke dalam lubang yang sama. Ada yang masih kurang jelas, atau perlu saya ulangi lagi?”




Sang murid yang terus berusaha menjustifikasi kepercayaannya berkata, “Begini.. imoralitas itu adalah ketiadaan moralitas. Apakah ketidakadilan itu ada? Tidak. Ketidakadilan adalah ketiadaan keadilan. Apakah kejahatan itu ada? Bukankah kejahatan itu ketiadaan kebaikan?”




Sang professor menanggapi, “Jadi, jika seseorang membunuh ibumu malam ini, tidak terjadi apa-apa? Hanya ada ketiadaan moralitas di rumah Anda? Tunggu... dia tidak mati... cuma ketiadaan hidup kan?”



Si murid berkata, “eh...”


“Sekarang sudah mengerti di mana salahnya?”, ujar sang professor, “Anda mencampur kualitas sekunder dengan fenomena. “Imoralitas” adalah istilah deskriptif untuk perilaku. Istilah tersebut bersifat sekunder, namun perilaku tetaplah ada. Jadi jika Anda menghapuskan kualitas sekunder itu, Anda tidak menghapuskan perilaku yang sesungguhnya terjadi. Dengan mengatakan imoralitas sebagai ketiadaan moralitas, Anda tidak menghapuskan keinginan atau perilaku imoral, tetapi hanya istilah subjektifnya. Begitu lho.”



Si murid masih kukuh, “Apakah professor pernah mengamati evolusi itu dengan mata professor sendiri?”




Sang professor sudah bosan mendengar argumen “pernah lihat angin tidak”.



“Evolusi itu bisa diamati karena hingga sekarang masih berlangsung. Misalnya, pada tahun 1971, beberapa kadal dari pulau Pod Kopiste di Kroasia dipindah ke pulau pod Mrcaru. Pulau Pod Kopiste tidak banyak tumbuhan sehingga memakan serangga, sementara di pulau Pod Mrcaru ada banyak tumbuhan. Setelah ditinggal selama beberapa dekade, ketika ditemukan kembali, kadal di pulau Pod Mrcaru mengalami proses evolusi. Kadal tersebut mengembangkan caecal valve, yaitu organ yang penting untuk mengolah selulosa dalam tumbuhan, yang sebelumnya tidak ada. Atau, jika Anda pergi ke laboratorium Richard Lenski di Amerika Serikat, Anda bisa saksikan sendiri bagaimana bakteri e coli yang sebelumnya tak bisa mengolah asam sitrat, karena evolusi dengan seleksi alam muncul e coli yang bisa mengolah asam sitrat.”




"Lagipula, Anda lagi-lagi terjeblos dalam kesesatan ad ignoratiam. Jika ingin konsisten dengan logika Anda, Anda akan mengatakan bahwa pohon tidak pernah tumbuh karena Anda tak pernah melihat langsung bagaimana pohon tumbuh. Lebih lagi, Anda kembali melakukan kesalahan dengan mengasumsikan bahwa sains itu hanya terdiri dari pengamatan langsung.... “


Si murid memotong, “Apakah ada dari kelas ini yang pernah melihat otak Profesor? Apakah ada orang yang pernah mendengar otak Profesor, merasakannya, menyentuhnya atau menciumnya? Tampaknya tak seorang pun pernah melakukannya. Jadi, menurut prosedur pengamatan, pengujian dan pembuktian yang disahkan, ilmu pengetahuan mengatakan bahwa professor tidak memiliki otak. Dengan segala hormat, bagaimana kami dapat mempercayai pengajaran professor?”

Si professor tertawa dan menjawab, “Terima kasih sudah hadir di kelas ini sehingga saya bisa membenarkan kesalahan Anda walaupun Anda terus menerus mengulanginya. Sekali lagi, sains itu tidak terbatas kepada “melihat” sesuatu. Sains itu juga rasional. Kita dapat menyimpulkan berdasarkan bukti yang ada. Dan salah satu simpulan yang dapat saya tarik dengan mengamati perilaku Anda  hari ini adalah bahwa Anda telah membuang-buang uang karena tidak membaca buku logika yang sudah Anda beli. Jadi saya sarankan bacalah buku itu kembali dari halaman satu agar tidak terus menerus mengulangi kesalahan yang sama.”


- Dan murid itu adalah orang yang tidak banyak membaca.
sumber: source

Tuesday, June 4, 2013

instal ulang vaio uefi atau legacy

emang harus belajar lagi tanpa henti... kalo biasanya nginstal cpu udah bisa 10 menit sama program-program nya, nginstal laptop ya gak nyampe satu jam lah udah jadi,, ini nemu lagi masalah baru. laptop sony vaio yang ternyata sistem kerjanya jauh beda sama laptop2 lain,,, pertama nyari tombol bios. dicoba satu2 dari f1 sampe f12 termasuk esc sama delete gak ada yang bisa. ternyata harus neken tombol assist pas laptop lagi mati.
masalah boot ke bios selese. tinggal masalah kedua, bikin biar flashdisk kebaca mbr nya sama laptop. kalo biasanya tinggal masuk ke boot order kalo yang ini interfacenya pake gui beneran, pake gambar. gak cukup disitu, harus ganti juga model boot uefi ke boot legacy, karena flashdisk make legacy. abis diganti ke legacy trus udah bisa booting dari flash. masalah gak cukup nyampe disitu, masuk instalan windows 8 pas milih paritisi advance ternyata ada sekitar 5 partisi asli bawaan vaio termasuk partisi recovery yang ane gak tau gimana makenya,, udah lah dihapus semua partisi jadi satu, terus dipartisi ulang ternyata muncul tulisan "windows cannot instal on this partition".. dohhh lanjutnya nyoba lagi di restart dan taraa ternyata w8 bisa masuk...
intinya emang ada di boot mode, kalo aslinya pake uefi, kita ganti pake legacy kaya laptop lain.

Sunday, August 5, 2012

mengatasi modem smartfren evdo rev. a ce682 yang gak bisa konek

pengen sharing aja gan pas kemaren tiba-tiba modem usb smartfren ane tiba-tiba ngambek gak mau nyambung ke internet. tadinya ane kira penyebabnya karena modem over heat karena pas dipegang sumpah puanas buanget kemudian ane cabut tuh modem biar agak dingin trus ane copin lagi ke lepi ane tapi tetep gak mau konek pas di klik connect di aplikasix. alternatif kedua ane coba uninstal tuh aplikasi jangan-jangan ada yg korup tuh filex, trus ane instal lagi tapi tetep aja masalah gak teratasi. pas diklik connect gak mau authenticating malah keluar tulisan disconnected doang.
udah agak bingung trus ngeliat kemungkinan berikutnya, jangan-jangan dari windowsnya, soalnya ane baru dapet windows baru, modifan windows 7 yang dikasih nama windows 8 extreme edition. trus ane inul aja (instal ulang, baru dapet istilah baru d blog) ke windows seven fire edition yang biasa ane pake. dan akhirnya gak ada masalah sampe sekarang, alhamdulillah gan. ternyata masalahnya di windowsnya, kaya dulu pas nyoba windows 7 mini ultimate lite
ini skrinsutnya gan

Saturday, August 4, 2012

sifat dan karakter dari tulisan tangan (grafologi)

Bisa mengetahui sifat dan karakter seseorang tentunya sangat mengasyikan. Walaupun belum terlalu mengenal teman atau kekasih yang baru kita kenal. Ada banyak metode untuk bis amengetahui karakter dan sifat seseorang. Salah satunya kita bisa mengetahuinya lewat tulisan tangannya. Unik kan? Ada suatu ilmu dari cabang psikologi yang dinamakan Grafologi. Apa itu Grafologi? Grafologi adalah ilmu atau seni membaca tulisan tangan seseorang. Mirip seperti dna atau sidik jari seseorang, yang punya keunikan tersendiri untuk mencirikan keunikan seorang manusia. Manusia diciptakan memang sangat unik dan tidak ada yang sama. Grafologi bisa dipelajari dengan sederhana dan tidak sulit untuk bisa mempelajarinya. Bagaimana cara untuk mempelajarinya? Mari kita lihat! 

1. Besar Kecilnya Tulisan. 

Dilihat dari sudut pandang besar kecilnya tulisan terdapat empat kriteria penting yaitu : kecil, sedang, besar, dan sangat besar. Tulisan yang berukuran kecil menunjukkan sifat pendiam, sering menyendiri tapi punya otak yang cemerlang dan pikirannya selalu ilmiah. Tulisan tangan yang ditulis kecil-kecil tapi jelas mudah untuk dibaca menunjukkan penulisnya pandai, juga punya konsentrasi kuat, walau sayang tipe ini kadang suka sekali menonjolkan keilmuannya. Sedangkan jika tulisan tangan kecil dan susah membacanya berarti sang penulis adalah orang bertipe mandiri dalam hidupnya. Tulisan tangan sedang, mengandung makna bahwa penulisannya adalah orang yang sangat terpaku kepada tradisi kuno, atau hal-hal yang bersifat formil modern. Sangat jitu dalam penggunaan logika untuk dasar referensi keputusan-keputusannya. Jenis tulisan tangan yang besar menunjukkan besarnya ambisi seseorang namun murah hati dan selalu ingin dihargai oleh orang lain, di samping suka melebihkan omong-omongan yang kurang perlu. Sedangkan untuk jenis tulisan tangan yang sangat besar menunjukkan bahwa penulisnya sangat hati-hati dalam segala hal, gemar membuat perhatian bagi sekelilingnya, banyak over aktingnya dalam mencari perhatian. 

2. Gaya Tulisan. 

Dalam spesifikasi Gaya Tulisan ini terbagi ke dalam lima sub. Masing-masing, adalah : 
2.1 Gaya Sambung Biasa Orang yang punya model tulisan begini biasanya senang memberi respon pada setiap masalah, bisa menerima ide dari orang lain, mudah bergaul dan disenangi teman. Baginya berbakat untuk menjadi seorang pemimpin. 
2.2 Gaya Sambung Berbentuk Petak Mengandung arti penulisnya mudah dipengaruhi, selalu menilai enteng setiap persoalan, hingga tindakannya kadang terkesan sembrono, tanpa pemikiran matang. 
2.3 Gaya Sambung Berliku Tulisan yang banyak luka-likunya, mengandung makna bahwa penulisnya sangat formil, hati-hati dan sering menonjolkan status, namun umumnya sifat mereka pendiam, gemar menyendiri dan biasanya banyak memiliki keahlian atau bakat. 
2.4 Gaya Lurus dan Lancip Tulisan tangan model demikian menunjukkan penulisnya orang agresif, sangat tekun mengerjakan sesuatu, walau kadang enggan berkompromi dengan orang lain. Bila lancipnya pada huruf awal saja maka pertanda dirinya orang yang banyak mengalami konflik psikologis, sehingga kadang bersikap agresif. 
2.5 Gaya Campuran Bentuk tulisan bersambung yang tak karuan menuliskan cepat, dan kadang sukar membacanya hal ini mengandung arti bahwa penulisnya adalah orang yang biasa berpikir cepat, kreatif tapi paling tersinggung kalau dikritik. Bahkan, bila tidak sesuai dengan kehendaknya jangan harap orang bisa mendapatkan bantuannya karena dia paling doyan mengelak dalam memberi pertolongan. 

3. Kemiringan Tulisan 
Bentuk kemiringan tulisan tangan, apakah itu miring ke kiri atau ke kanan, atau tegak lurus. Mereka yang tulisannya miring ke kiri menunjukkan penulisnya bersikap tertutup (introvet). Segala sesuatu diukur menurut penilainnya sendiri atau menurut ukuran masa lampau. Disamping mempunyai sikap konservatif, orang dengan tipe tulisan ini sangat individualis. Jenis tulisan miring ke kanan, menandakan orang yang ramah, aktif dan bersikap terbuka (extropet), berani menghadapi tantangan baru. Dalam bekerja kata hatinya merupakan power yang penting, tapi dalam hal yang kurang dikuasai dia lebih banyak untuk menanyakan kepada ahlinya. Tulisan tangan yang bentuknya tegak, mengandung arti bahwa penulisnya adalah tipe orang yang tak suka banyak diatur. Baginya dia adalah miliknya sendiri, kebebasan menjadi hobinya dalam mengerjakan sesuatu tindakan, namun kontrol diri tidak pernah lepas dalam memilah dan memilih hal yang dianggapnya positif.

4. Tekanan Tulisan 
Bila kita memperhatikan bekas tulisan tangan seseorang akan ditemukan tampak goresan tekanan tulisan seperti tercetak di baliknya. Dengan memperhatikan bekas goresan yang tercetak di balik kertas kita akan dapat mengetahui dan menebak bagaimana kepribadian dan tingkah laku si penulisnya. Tekanan yang halus berarti pembawaannya tenang, tapi mudah atau tidaknya dibaca itu bukan persoalan. Sedangkan tulisan yang bekas tekanannya tercetak jelas dibelakangnya menandakan penulisnya punya sifat kaku dan formal. Karenanya orang ini sulit untuk bisa cepat menyesuaikan diri dalam pergaulan, namun dia menganggap bersikap demikian penting baginya agar dihargai orang lain.

source 

mahasiswa vs dosen : tentang tuhan

Berikut adalah salah satu cerita menarik dari salah satu ilmuwan terkenal yang Mengalahkan Dosen Profesornya Saat Berdebat tentang Agama :


Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada? Apakah kejahatan itu ada? Apakah Tuhan menciptakan kejahatan? Seorang Profesor dari sebuah universitas terkenal menantang mahasiswa-mahasiswa nya dengan pertanyaan ini.

"Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?".

Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, "Betul, Dia yang menciptakan semuanya".

"Tuhan menciptakan semuanya?" Tanya professor sekali lagi.

"Ya, Pak, semuanya" kata mahasiswa tersebut.

Profesor itu menjawab,

"Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan Kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi bahwa Tuhan itu adalah kejahatan."

Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis professor tersebut.

Profesor itu merasa menang dan menyombongkan diri bahwa sekali lagi dia telah membuktikan kalau agama itu adalah sebuah mitos.

Mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata, "Profesor, boleh saya bertanya sesuatu?"

"Tentu saja," jawab si Profesor

Mahasiswa itu berdiri dan bertanya, "Profesor, apakah dingin itu ada?"

"Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada. Apakah kamu tidak pernah sakit flu?" Tanya si professor diiringi tawa mahasiswa lainnya.

Mahasiswa itu menjawab,

"Kenyataannya, Pak, dingin itu tidak ada. Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas. Suhu -460F adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan semua partikel menjadi diam dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan panas."
Mahasiswa itu melanjutkan, "Profesor, apakah gelap itu ada?"

Profesor itu menjawab, "Tentu saja gelap itu ada."

Mahasiswa itu menjawab,

"Sekali lagi anda salah, Pak.Gelap itu juga tidak ada. Gelap adalah keadaan dimana tidak ada cahaya. Cahaya bisa kita pelajari, gelap tidak."

"Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk memecahkan cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai panjang gelombang setiap warna."

"Tapi Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya di ruangan tersebut. Kata gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya."

Akhirnya mahasiswa itu bertanya, "Profesor, apakah kejahatan itu ada?"

Dengan bimbang professor itu menjawab,

"Tentu saja, seperti yang telah kukatakan sebelumnya. Kita melihat setiap hari di Koran dan TV. Banyak perkara kriminal dan kekerasan di antara manusia. Perkara-perkara tersebut adalah manifestasi dari kejahatan."

Terhadap pernyataan ini mahasiswa itu menjawab,

"Sekali lagi Anda salah, Pak. Kejahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan. Seperti dingin atau gelap, kajahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan Tuhan."

"Tuhan tidak menciptakan kejahatan. Kejahatan adalah hasil dari tidak hadirnya Tuhan di hati manusia. Seperti dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang timbul dari ketiadaan cahaya."


Profesor itu terdiam.

Dan mahasiswa itu adalah, Albert Einstein.

from: source

kosa kata bahasa jawa yang tidak bisa diterjemahkan ke bahasa lain

alhamdulillah ane lahir di jawa dan cukup bangga menjadi orang jawa. bukan hanya karena nilai-nilai kehidupan dan keluhuran yang diajarkan oleh masyarakat jawa, tetapi juga karena keunikan dan keaslian budaya yang tidak bisa dicari padanannya dalam budaya lain.
pas sercing di gugel pengenn nyari bahasa apa yang tertua di dunia. ternyata semua hasil sercing menunjukkan penelitian penelitian yang dilakukan orang barat terhadap berbagai bahasa di dunia. dan hasilnya menurut science magazine ternyata bahasa tertua katanya berasal dari daerah selatan afrika.  sedang menurut sarjana antropologi dan kebudayaan kuno bahasa tertua adalah bahasa sumeria.
sebenernya ane gak nerima ama hasil penelitian orang ini. kayaknya ni orang belum neliti bahasa ane kayaknya gan. karena ane yakin kalo bahasa yang paling tua di dunia ini adalah bahasa jawa. bukan karena ane orang jawa gan. tapi karena ane sering kesulitan nerjemahin ato nyari padanan kata di bahasa jawa ke dalam bahasa lain.
bukan hanya itu gan, di bahasa jawa juga terdapat tingkatan bahasa hingga 4 tingkatan, yang tentunya meningkatkan jumlah kosa kata hingga 4 kali lipat. selain itu kosa kata dalam bahasa jawa mempunyai sebutan yang spesifik untuk setiap benda atau kejadian. pemikiran ane ini berdasarkan bahwa bahasa yang tertua tentunya mempunyai sebutan yang paling lengkap untuk segala sesuatu. karena manusia pertama yaitu nabi adamlah yang pertama kali mendapatkan pengetahuan dari allah tentang nama nama segala sesuatu yang ada di alam kita ini. 
kalo nabi adam yang paling mengetahui tentang nama, sampe-sampe malaikatpun ampun-ampun sama beliau. kalo gak percaya tengok kisahnya di surat al-baqoroh, sekitar sepuluh lembar pertama gan, sekalian biar agan baca quran. nah kalo nabi adam adalah orang pertama dengan pengetahuan yang lengkap tentang segala nama apa yang ada di dunia ini kemudian beliua eh beliau mengajarkan ke anaknya, kemudian anaknya ke anaknya lagi begitu seterusnya. dihitung dengan teori pendidikan bahwa murid gak bisa nyamain gurunya ato tarohlah paling banter hanya bisa nyerap sekitar 80-90% ilmu dari yg ngajarin. maka lama-lama nama-nama yang jarang dipakai itu menghilang. padahal aslinya semuanya ada namanya entah benda kejadian ato apa aja.
nah maka dari itu pas kesulitan nerjemahin kata "going" ke bahasa indonesia itu ditambah nyari-nyari referensi lain ane nyimpulin kalo bahasa jawa itu memang bahasa yang paling tua di dunia. karena beberapa hal gan:
A. mempunyai sebutan yang spesifik. sebagai contoh ane kasih kata "padi" gan:

padi (bahasa indonesia) dalam bahasa jawa disebut:

1. pari (untuk padi yang masih berada di pohon)
2. gabah (untuk padi yang sudah dipetik)
3. beras (untuk padi yang sudah dikupas kulitnya dan utuh)
4. menir (untuk butiran beras yang pecah)
5. gabuk (untuk butir padi yang tidak berisi)
6. aos (untuk butir padi yang berisi)
7. sego (untuk beras yang sudah dimasak)
8. bubur (untuk nasi yang ketika masak kebanyakan air)
9. pera (untuk nasi yang ketika masak kesedikitan air (terlalu dikit airnya gan)
10. aking (nasi yang sudah dikeringkan)
11. cengkaruk (aking yang digoreng lagi)
12. las (untuk sebutir gabah yang ada di nasi)
13. upo (untuk sebutir nasi yang sendirian)
14. gendar (untuk nasi yang dibikin kerupuk)
15. ketan ( untuk jenis padi yang biasa dibuat jajanan; kalo ini dimasukin ke kategori nasi bisa ada 20an gan)

pecah (bahasa indonesia) dalam bahasa jawa disebut:

1.pecah (aslinya bahasa jawa kyaknya nih gan, untuk benda yang jatuh ato karena sebab lain dan menjadi potongan2 yg agak besar)
2. remuk (untuk benda yang jadi potongan kecil-kecil)
3. tompal (untuk benda pipih yang terpotong sebagian, agak besar dan bentuk potongannya rata. untuk beberapa benda ada yang disebut rompal, gompal)
4. tompil (untuk benda pipih yang terpotong agak kecil dan rata. beberapa benda disebut rimpil ato gompil)
5. goang (untuk benda pipih yang terpotong agak besar dan bentuk potongannya melengkung)
6. going (untuk benda pipih yang terpotong agak kecil dan bentuk potongannya melengkung)
7. prampang (untuk benda pipih yang seperti pisau tetapi sisi tajamnya menjadi seperti gergaji)
8. sigar (untuk benda yang terbelah menjadi dua bagian yang hampir sama)
9. bengkah (untuk tanah ato tembok yang terbelah)
10. mleker (istilah indonya retak, tapi retakannya hanya sedikit, kalau banyak dinamai remek)

B. mempunyai sebutan yang berbeda untuk obyek ataupun cara yang berbeda

makan (bahasa indonesia) dalam bahasa jawa disebut:

1. mangan (untuk orang sebaya, yang dimakan makanan pokok)
2. nedha (untuk orang yang lebih tua, yang dimakan makanan pokok)
3. dahar (untuk orang tua yang lewat satu tingkat generasi seperti dari cucu ke kakek, yang dimakan makanan pokok)
4. maem (untuk anak kecil)
5. mbadhog (kasar, aslinya untuk hewan, setau ane si untuk anjing gan)
6. nothol (untuk ayam)
7. nyosor (untuk bebek)
8. nggayem (untuk kerbau)
9. nguntal (cara makan langsung ditelan tanpa dikunyah)
9. macet (memakan jajanan atau makanan ringan (disebut pacetan) atau suguhan dalam suatu acara)
10. ncrabak (cara makan dengan tidak teratur hingga makanan berceceran, sedang ceceran nya namax kepret)
11. mindoni (makan dirumah orang lain ketika bertamu)
12. marung (makan di restoran ato tempat makan komersial)
13. njajan (ngemil makanan ringan)
14. nyaplok (cara makan dengan membuka mulut lebar2 dan makanan masuk semua)
15. sarap/sarapan (untuk makan pagi)
16. mbucu (untuk makan bersama di daun pisang tanpa piring ketika acara selamatan)

yang laen nyusul dah gan tar laen kali kalo ada waktu lagi,,, ya paling gak agan agan sekalian bisa bayangin kalo satu kata ada padanan katanya sebanyak itu ada berapa banyak kosa kata dalam bahasa jawa. itu baru yang ane tau gan. padahal dibeberapa daerah ada istilah penyebutan yang berbeda beda. insya allah ane bahas di postingan yg laen gan....